WhatsApp CS-2 (+62 811 7622 223), CS-3 (+62 811 2877 766)

Terapi di SCCR Indonesia, Artis Kartika Putri Sembuh Total dari Penyakit SJS

Artis Kartika Putri bersama suami, Habib Usman bin Yahya saat Mendatangi SCCR Indonesia dan didampingi langsung oleh Prof. Dr. dr. Agung Putra M.Si.Med.

Semarang – Artis Kartika Putri mengungkapkan bahwa dirinya pernah didiagnosis mengidap penyakit Steven Johnson Syndrom (SJS). Selama ini, kondisinya cenderung stabil berkat gaya hidup sehat dan pengobatan rutin, termasuk terapi stem cell.

Penyakit SJS merupakan reaksi alergi yang ditandai dengan ruam dan lepuhan di beberapa bagian kulit.

Kartika Putri memilih terapi stem cell di Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia. Ia melakukan terapi sebanyak tiga kali dan saat ini telah pulih dari penyakit tersebut.

Kabar kesembuhan tersebut diungkapkan langsung oleh Habib Usman bin Yahya pada saat mendampingi Kartika Putri melakukan terapi di SCCR Indonesia pada Jumat (16/1/2026).

“SCCR Indonesia menyembuhkan total penyakit istri saya. Kartika sembuh total, semua tergantung dari niat. SCCR ini niatnya untuk umat seperti Prof. Agung menemukan sebuah stem cell yang dahsyat, yang halal, jadilah stem cell yang bisa menyembuhkan istri saya,” ujar Habib Usman.

Kartika Putri juga turut menambahkan bahwa setelah terapi stem cell di SCCR Indonesia, bekas luka akibat sakit yang ia derita hilang total.

“Berkat terapi stem cell di SCCR, saya bisa sembuh total dari SJS tanpa bekas luka. Dokter di Singapura sampai terheran-heran karena biasanya SJS menyerang seluruh tubuh dan berisiko kematian, tapi kasus saya hanya di wajah. Dokter menyebut saya sangat beruntung, dan saya mengatakan bahwa sebelumnya saya melakukan terapi stem cell,” ucapnya.

Sementara itu, Founder and Commissioner SCCR Indonesia, Prof. Dr. dr. Agung Putra M.Si.Med. mengatakan bahwa SCCR Indonesia selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat yang melakukan terapi stem cell.

“SCCR Indonesia mengembangkan stem cell dengan metode optimal sehingga menghasilkan stem cell yang berkualitas melebihi standar minimal internasional yakni di atas 95%. Hal ini dikarenakan SCCR Indonesia menghadirkan tim research and development dari lulusan kampus ternama di dunia seperti Nara Institute, Osaka University, MIT US, Newcastle University, King’s College London,” terang Prof. Dr. dr. Agung Putra M.Si.Med.

SCCR Indonesia sendiri merupakan industri farmasi terkemuka dalam bidang riset dan pelayanan kesehatan, khususnya pengembangan terapi stem cell dan riset kanker. Letak SCCR Indonesia di Gunungpati, Semarang dan didukung para peneliti internasional serta telah memiliki sertifikasi CPOB dari BPOM.