SEMARANG – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, melakukan kunjungan kerja ke SCCR (Stem Cell and Cancer Research) Indonesia di Semarang pada Selasa (28/4) hingga Rabu (29/4).
Dalam kunjungan tersebut, Yandri didampingi oleh sang istri, Ratu Rachmatuzakiyah (Bupati Serang), untuk meninjau langsung integrasi teknologi dan pengembangan ekosistem keberlanjutan di SCCR Indonesia.
Selama dua hari, rombongan melakukan serangkaian kegiatan yakni Laboratorium Tour dengan meninjau fasilitas riset medis modern, menikmati hidangan healthy food dari Sains de Resto dan bermalam di Karenina Agung Resort.
Pada kunjungan kali ini, Yandri Susanto juga memberikan kuliah umum kepada civitas academica di kampus milik SCCR Indonesia.
Yandri Susanto menyatakan kekagumannya terhadap visi Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med., selaku Founder and Commissioner SCCR Indonesia. Ia menilai sektor kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan pertanian (farming) dalam satu ekosistem adalah langkah yang fenomenal.
“Sungguh luar biasa karya anak bangsa. Fasilitasnya sangat modern, kita tidak perlu lagi ke negara tetangga. Kita mesti bangga dengan apa yang ada di SCCR ini,” ujar Yandri.
Rencana Kerja Sama Bidang Pangan dan Desa
Sebagai Menteri yang membidangi pembangunan desa, Yandri secara khusus menyoroti potensi kerja sama di sektor pertanian dan pengolahan pangan menggunakan ilmu bioteknologi.
Ia berharap ilmu bioteknologi yang dimiliki SCCR dapat diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan publik di tingkat desa, terutama dalam menciptakan kemandirian pangan yang berkualitas.
Menanggapi kunjungan tersebut, Prof. Agung Putra menyampaikan bahwa kunjungan dari Yandri Susanto menjadi suntikan semangat bagi seluruh direksi dan staff di SCCR Indonesia.
“Kehadiran Pak Menteri sangat penting bagi kami. Di SCCR, banyak ilmuwan muda anak bangsa yang membutuhkan dukungan serta penyemangat untuk terus berkarya,” pungkas Prof. Agung.






