WhatsApp CS-2 (+62 811 7622 223), CS-3 (+62 811 2877 766)

Kunjungi SCCR Indonesia, Menko Pangan Puji Inovasi Bioteknologi dan Kemandirian Riset Nasional

SEMARANG – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke pusat riset SCCR Indonesia pada Kamis (23/04/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan mutakhir di bidang teknologi stem cell, bioteknologi dan hilirisasi produk berbasis sains yang dikembangkan oleh anak bangsa.

Kedatangan Menko Pangan disambut langsung oleh Founder and Commissioner SCCR Indonesia, Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. Dalam agenda tersebut, Zulkifli Hasan berkesempatan meninjau fasilitas laboratorium berstandar internasional guna melihat proses pengembangan stem cell secara langsung.

Keunggulan Teknologi Stem Cell Dalam Negeri


Zulkifli Hasan menyatakan apresiasi yang tinggi atas dedikasi SCCR Indonesia dalam memajukan riset kesehatan di tanah air. Ia menekankan bahwa kualitas laboratorium dan inovasi yang dihasilkan telah sejajar dengan standar global.

“Setelah melihat langsung, saya tegaskan kita tidak kalah dari negara manapun. Di sini terdapat pusat riset stem cell dan kanker yang sangat maju dengan fasilitas laboratorium canggih. Selama ini banyak masyarakat kita mencari terapi ke luar negeri, padahal di Indonesia tepatnya di SCCR fasilitasnya sudah lengkap, dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa, dan tentu dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujar Zulkifli Hasan.

Intervensi Bioteknologi dalam Ketahanan Pangan

Selain sektor kesehatan, Menko Pangan juga menyoroti terobosan SCCR Indonesia di sektor pangan melalui Agung Farm and Garden. Unit bisnis ini dinilai sukses mengaplikasikan bioteknologi untuk menghasilkan produk pangan fungsional, seperti Telur Organik dan Madu Herbal yang kaya akan antioksidan tinggi yang dirancang untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa intervensi teknologi adalah syarat mutlak bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi bangsa maju dan berdaya saing global. “Pemanfaatan teknologi seperti yang dilakukan SCCR Indonesia adalah kunci. Saya berencana mengajak Prof. Agung pulang kampung sebagai sesama putra daerah Lampung untuk berbagi ilmu bioteknologi kepada para petani agar sektor pangan kita lebih kompetitif,” tambahnya.

Membangun Ekosistem Bisnis Berbasis Sains

Menanggapi kunjungan tersebut, Prof. Agung Putra menyampaikan bahwa kehadiran Menko Pangan merupakan momentum penting bagi ekosistem yang tengah dibangun SCCR Indonesia.

“Kunjungan Bapak Menko sangat penting karena beliau melihat langsung kinerja nyata kami dalam membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi antara pendidikan, riset dan pengembangan stem cell berstandar internasional, hingga hilirisasi produk pangan berbasis sains,” jelas Prof. Agung.

Prof. Agung optimis bahwa penguasaan riset dan inovasi mampu membuktikan diri bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang bisa mandiri dalam menghasilkan produk-produk berbasis teknologi tinggi.